Ini adalah blog gue yang gue buat karena tugas ICT, dari Bu Dina, dan gue berharap blog ini bisa bermanfaat buat gue tentunya :D

Friday, May 11, 2012

5 Langkah Untuk Mengatasi Rasa Takut Anda Dalam Gelap

Ternyata bukan hanya anak kecil yang takut gelap. Banyak orang dewasa yang mengalaminya. Bahkan riset yang diadakan oleh Warwick Castle, puri abad pertengahan di Warwickshire, Inggris, menunjukkan bahwa 10 persen dari orang dewasa di Inggris (jumlahnya diperkirakan 5 juta orang) tak mau ditinggalkan sendiri dalam kegelapan.

https://lh6.googleusercontent.com/-teBx7tsOjQY/TYGkdX6XwoI/AAAAAAAACuU/7b78mkfO_k4/s1600/1146264p.jpg

Angka ini sungguh di luar dugaan Warwick, apalagi 25 persen dari responden mengaku takut gelap sejak masih anak-anak. Setelah dewasa, mereka tetap tak mampu tidur lelap kecuali ditemani lampu meja sepanjang malam.

Bahkan, 60 persen responden mengaku tidak mematikan lampu ketika keluar dari rumah karena takut ketika pulang nanti rumahnya terlihat gelap dan sunyi.

Rasa takut gelap ini oleh para psikolog sering disebut Nyctophobia. Kadang-kadang penyakit ini menguasai seseorang, dan membuatnya merasa lemas dan ketakutan.

Bagi sebagian orang, rasa takut ini membuatnya merasa lumpuh, sehingga tak dapat menikmati aktivitas yang mengharuskannya sendirian, berjalan malam hari, kemping, atau eksplorasi alam. Dan, ini tak cuma dialami kaum perempuan, lho.

"Ketika Anda berada di dalam kegelapan, pikiran Anda bisa memanipulasi Anda," begitu kata juru bicara dari Warwick Castle. Tidak heran, dari penelitiannya terlihat juga bahwa 20 persen orang dewasa mengalami panik luar biasa ketika lampu tiba-tiba mati tanpa pemberitahuan.

Tentu, tak mungkin kita menghindari kegelapan, karena kita akan menemuinya setiap hari. Maka, sebaiknya setiap orang berusaha mengatasi rasa takutnya ini. Adakah cara yang memungkinkan kita melenyapkan penyakit ini secara berangsur-angsur?


1. Dahulukan logika.

Kebanyakan rasa takut itu tidak logis, dan secara alamiah emosional. Menerapkan logika dalam masalah emosional tampaknya berlawanan, tapi sebenarnya tidak.

Misalnya Anda sedang berbaring di tempat tidur, ingin ke kamar mandi tapi takut keluar karena ada bayangan gelap di sudut ruangan. Segera nyalakan lampu ruang tidur, dan amati apa sebenarnya bayangan itu.

Begitu Anda mulai merasakan bahwa rasa takut menguasai Anda, mulailah berpikir rasional dengan mengatasi takut itu dengan fakta-fakta. Lihat apa yang mengganggu Anda. Mungkin itu hanya bayangan pakaian yang digantung di belakang pintu.


2. Melatih penglihatan pada malam hari.

Ketika kita baru masuk dari ruangan yang terang ke ruangan yang gelap, kita pasti tidak dapat melihat apa-apa. Tetapi perlahan, mata kita akan mulai dapat menangkap obyek-obyek di dalam ruangan.

Cobalah menyebutkan benda-benda yang Anda lihat. Dengan mampu menggambarkan apa yang Anda lihat, indera penglihatan malam hari ini akan meningkat, dan rasa takut akan berkurang. 


3. Bacalah artikel yang inspiratif.

Film horor konon sering ditonton oleh orang-orang yang penakut. Sebab, dengan demikian ia bisa membayangkan apa yang akan terjadi bila ia mengalami seluruh teror itu.

Tetapi daripada nonton atau membaca novel horor sebelum tidur, lebih baik pilih bacaan yang inspiratif. Entah itu buku-buku agama, spiritual, movitasi, apapun yang akan menghangatkan hati Anda. Bacaan itu akan membuat Anda rileks dan mengantuk. 


4. Meditasi, visualisasi, dan berdoa.

Meditasi sebelum tidur dirasakan banyak orang dapat membuat tubuh dan pikiran jadi rileks, serta membantu melepaskan ketegangan dan mengatasi takut.

Berdoa juga membantu kita merasa dilindungi dari lingkungan sekitar, sedangkan visualisasi bisa menjadi cara yang baik untuk menyiapkan pikiran selama pagi hari untuk menerima malam hari.

Saat Anda duduk atau berbaring di tempat tidur, bayangkan Anda berada di suatu tempat yang Anda inginkan. Lihatlah bagaimana Anda berjalan dan menikmati tempat tersebut.

Pandanglah langit yang cerah, dan rasakan hangatnya sinar matahari. Kemudian, bayangkan juga indahnya langit yang dihiasi bintang dan bulan pada malam hari.


5. Ajak teman jalan-jalan malam hari.

Salah satu cara untuk mengatasi rasa takut adalah menghadapinya. Berjalan di kegelapan ditemani beberapa orang membuat Anda akan melangkah dengan percaya diri dan berani.

Tak perlu banyak berbicara, nikmati saja suara-suara alam di sekitar seperti suara jangkrik atau hembusan angin yang menerpa pepohonan. Akan sempurna jika bulan sedang purnama, karena Anda akan menikmati indahnya malam hari.


Kebanyakan orang jadi takut gelap karena pernah mengalami kejadian buruk. Jika hal ini terjadi pada Anda, cobalah berdamai dengan kejadian tersebut. Lalu, terapkan lima langkah di atas.

Anda akan merasa lebih rasional dan tidak lemas lagi. Ingatlah, pemberani bukanlah orang yang tidak punya rasa takut sama sekali, melainkan orang yang sanggup mengatasi rasa takutnya.

Sumber :
ovalezoval.blogspot.com

Cara Menikmati Senin jadi Ceria


Bagi pekerja atau yang masih sekolah, pasti banyak yang setuju kalau hari Senin paling dibenci. Sepertinya libur akhir pekan (Sabtu-Minggu) masih kurang. Apalagi, biasanya hari Senin pagi kita merasa kendaraan lebih banyak di jalan, sehingga bikin macet dan...uuuurgh kesal banget, ya kan?
 

Profesor Leon Lack dari Flinders University di Australia mencari tahu apa penyebab orang  kebanyakan membenci hari Senin, yakni dengan menguji 16 relawan agar mengurangi waktu tidur selama weekdays (Senin - Jumat) lalu membayar 'hutang tidur' di akhir pekan.
 
Profesor Lack kemudian membandingkan sampel saliva (zat pada air liur) dan menemukan ternyata jam tubuh jadi melambat sekitar 45 menit.
 
Para relawan yang kurang tidur di hari Senin dan Selasa menunjukkan lebih cepat lelah di hari berikutnya.
 
Di hari Rabu, mereka berupaya mengembalikan waktu tidur yang normal, tapi seringkali jadi terbiasa tidur larut sebagai bawaan di hari sebelumnya.
 

Maksud penelitian ini adalah, bila kita terbiasa kurang tidur sepanjang Senin-Jumat, biasanya kita akan mengganti waktu tidur tersebut di hari Sabtu dan Minggu. Malah kebanyakan, hari Sabtu kita begadang hingga larut dan membayar semua kekurangan tidur tersebut di hari Minggu.
 
Nah, terlalu banyak tidur sebagai 'balas dendam' di hari Minggu (atau bahkan Minggu malam) inilah yang jadi penyebab kita bangun kelelahan di Senin pagi. Akibatnya, bisa ditebak... kita akan mengumpat dalam hati, "I don't like monday!"
 
Jadi, solusinya biasakan tidur sesuai kebutuhan tubuh setiap hari agar hari Senin pagi kita tetap ceria dan siap memulai awal minggu yang baru.
 
Sebagai tambahan, berikut ini ada beberapa tips agar Senin kita jadi lebih semangat.

 
Cintai yang kita kerjakan
 
Kata kuncinya adalah "gairah" (passion). Bekerja atau sekolah, lakukanlah dengan penuh gairah. Memang, agak susah kalau kita terpaksa melakukan suatu pekerjaan tapi tidak menyukainya. Maka, cari segi positif yang bisa menimbulkan semangat.
 

Sungguh beruntung bila kita bekerja sesuai dengan apa yang kita sukai. Begitu juga dengan sekolah, cari apa yang bisa membuat kita semangat. Karena itu, berupayalah dengan segenap hati menentukan "apa yang saya sukai?" dan lakukan itu.
 
Menjadi penting bagi pekerja mendapat pekerjaan sesuai minat kita. Memang, terkadang kebutuhan ekonomi dan tekanan dari berbagai pihak memaksa kita memilih pekerjaan yang menghasilkan duit lebih banyak. Tapi, apakah kita menikmatinya? Kalau ya, lakukan. Kalau tidak, sebaiknya berpikir ulang. Bekerja tanpa gairah hanya membuat kita menjadi 'robot' dan bukan 'manusia'.

 
Fokus
 
Fokus dengan pekerjaan kita, atau dengan sekolah kita. Fokus terhadap karir yang kita bangun pelan-pelan, dengan cara ini kita bisa menikmati setiap hari (bahkan hari Senin) untuk merasakan gairah mencapai cita-cita yang kita impikan.

 
Identifikasi diri kita
 
Kenali diri kita sendiri. Nilai atau prinsip yang kita tetapkan dalam diri kita memberi pengaruh pada kehidupan kita sehari-hari. Prinsip hidup juga mendefinisikan sebagai pribadi seperti apakah kita, dan apa yang kita perjuangkan dalam hidup ini.
 
Contoh, kalau kita sangat menghargai kejujuran, bisa jadi kita tak akan nyaman bekerja di perusahaan yang menggunakan cara dan iklan penuh tipuan. Gesekan-gesekan ini yang patut dipertimbangkan. Kita akan merasa penuh tekanan, dan yang terburuk: nurani kita jadi tumpul dan akhirnya kompromi dengan keadaan sekitar.
 
Hidup adalah pilihan. Di mana kita ingin berada?

Bersyukur
 

Yang satu ini paling mudah diucapkan, tapi sulit dikerjakan. Nah, teruslah pompa semangat dalam hati untuk bersyukur dengan apa yang kita miliki.
 
Kalau kita sudah bekerja, bersyukurlah dengan pekerjaan kita. Cari nilai positifnya agar kita merasakan syukur tersebut.
 
Kalau kita masih sekolah, bersyukurlah karena kita masih bisa sekolah. Hey, banyak anak jalanan yang berjuang mati-matian hanya demi sesuap nasi, tanpa bisa menikmati bangku sekolah. Mengapa kita yang diberi kemudahan oleh Tuhan malah menyia-nyiakan masa indah selama sekolah?

Selamat menikmati Senin yang ceria.








Sumber:
theage.com.au
naturalbias.com

Tempat Ibadah Penuh Tengkorak


Konon, ada seseorang punya kekuatan magis sangat tinggi. Ia mengutuk banyak wanita dan anak-anak hingga mati. Anehnya, mayat-mayat tersebut menolak untuk dimakamkan di pekuburan lokal. Hingga akhirnya diletakkan di kapel tengkorak ini dan bersemayam di tempat tersebut hingga kini.


Mungkin kisah di atas hanya sakibul hikayat atau folklor setempat, karena tak ada yang tahu peristiwa sesungguhnya, yang jelas banyak tengkorak wanita dan anak-anak bergelantungan di kapel yang disebut: Capela dos Ossos - yang berarti: Kapel Tengkorak!

Capella dos Ossos berlokasi di Evora, Portugal. Sebuah kapel yang sudah ada sejak abad ke-16. Tempat ibadah ini menjadi unik bin aneh karena semua dinding berhiaskan tengkorak dan rangka manusia.



Bagaimana ini bisa terjadi? Menurut riwayat, di abad 16 terdapat 43 buah pemakaman di Evora. Ketika ada keputusan untuk mehancurkan beberapa pemakaman, 5000 tengkorak biarawan dipindahkan ke Kapel dos Ossos.

Entah bagaimana, timbul ide dari para biarawan di Kapel dos Ossos untuk menjadikan 5000 tengkorak tadi menjadi bagian dari dekorasi interior di kapel tersebut. Maksudnya sih agar menjadi tempat untuk menyepi, agar orang yang datang menyadari suatu saat kita pasti mati sehingga jangan terlalu sibuk dengan gemerlap duniawi.


Buktinya, di pintu masuk kapel tergantung tulisan "Nos ossos que aqui estamos, pelos vossos esperamos," yang artinya kira-kira "Tengkorak kami (sudah) ada di sini, (dan) tengkorakmu yang kami nantikan" menjadi pengingat semua orang suatu saat akan mati.

Ceko Juga Punya


Selain di Portugal, ada lagi sebuah gereja di Cekoslowakia yang juga interiornya berhiaskan tengkorak, yaitu Sedlec Ossuary (Kostnice Sedlec). Di tempat ini jumlah tengkoraknya lebih banyak, antara 40.000 - 70.000 tengkorak.

Gereja ini didekorasi di tahun 1870 oleh keluarga Schwarzenberg. Keluarga ini sungguh berniat menghias gereja dengan tengkorak, karena seorang perajin disewa agar hasilnya memuaskan.
Lihat foto-foto di bawah, tengkorak-tengkorak disusun rapih menjadi hiasan bernilai seni. Walau mungkin ada di antara kita yang tetap merinding karena dikelilingi ribuan tengkorak... entah.






============
Sumber:
www.odditycentral.com

Mengenal 10 Gejala-Gejala yang Muncul Sebelum dan Sesudah Kematian

Kematian adalah sebuah takdir yang tidak bisa dihindari, bahkan tidak bisa diketahui kapan terjadinya, karena yang mengetahui umur seseorang hanyalah Tuhan semata. Namun dalam postingan kali ini kami mengetengahkan gejala-gejala yang muncul saat orang akan/telah meninggal. 

1. Death Rattle 


Death Rattle adalah istilah umum rumah sakit saat pasien yang hendak meninggal mengeluarkan suara yang mengerikan, namun apa sebab suara ini keluar? 

Hal ini terjadi setelah hilangnya refleks batuk dan kehilangan kemampuan untuk menelan. Hal ini menyebabkan akumulasi kelebihan air liur di tenggorokan dan paru-paru. 

Meskipun jarang menyebabkan nyeri kepada pasien, anggota keluarga akan merasa resah dan terganggu karena suara ini. 

Siapa pun yang pernah mendengar suara kematian mungkin akan teringat-ingat terus. Penyedotan, obat anti nyeri dan anti-kecemasan biasanya diberikan untuk mengurangi ketidaknyamanan pasien.


2. Cheynes-Stokes Respiration 


Ini adalah pola pernapasan yang sangat abnormal ditandai dengan napas yang sangat cepat dan kemudian periode tidak bernapas (apnea). Dalam jangka pendek, jantung menjadi lemah dan terlalu banyak bekerja, ini membuat tubuh hiperventilasi (bernapas normal cepat) dan, kemudian, tidak ada energi lebih untuk bernapas untuk jangka waktu lama (apnea). 

Ini berarti organ-organ semakin kekurangan darah, dan dengan demikian, oksigen kurang. Tanpa oksigen, sel-sel di organ mulai mati, organ-organ mati dan akhirnya kematian individu tersebut. 

Meskipun juga dapat terjadi pada orang dengan gagal jantung, atau gangguan pernapasan lainnya, biasanya gejala ini hadir pada saat kematian akan datang.


3. Defecation 


Setelah kematian, setiap otot dalam tubuh manusia akan berhenti untuk menerima energi dalam bentuk ATP. Akibatnya, perut akan relaks dan buang air besar dapat terjadi. Hal ini terutama berlaku pada individu yang telah makan dalam periode lama sebelum waktu kematian mereka.

Faktor lain yang berkontribusi buang air besar setelah kematian adalah seberapa cepat tubuh seseorang biasanya mencerna makanan. Hal ini ditemukan lebih sering dalam kematian tak terduga daripada kematian normal. 

Pasien di pusat-pusat rumah sakit mungkin tidak memiliki nafsu makan selama beberapa hari sebelum kematian, dan dengan demikian, mungkin tidak akan buang air besar pada tempat tidur mereka.


4. Rigor Mortis 


Rigor Mortis adalah kekakuan setelah kematian, tidak hanya manusia bahkan binatang pun mengalami rigor mortis. 

Setelah kematian, tubuh tidak mampu untuk memecahkan ikatan yang menyebabkan keadaan kontraksi terus-menerus. Dalam kebanyakan kasus, rigor mortis dimulai dalam 1-3 jam setelah kematian, dan mulai benar-benar kaku setelah 24 jam. 

Bahkan kelopak mata pun mengalami rigor mortis, jika setelah 3 jam kelopak mata tidak ditutup maka mata si mayat akan tetap terbuka. Rigor mortis juga mempengaruhi otot-otot lain, menyebabkan jantung kelihatan membesar, air mani keluar sendiri, dan munculnya tonjolan-tonjolan di tubuh mayat.


5. Livor Mortis 


Livor mortis adalah warna ungu-merah yang muncul ketika darah tenggelam kebagian tubuh tertentu. Livor mortis terjadi dalam area tubuh yang menyentuh tanah atau yang menerima tekanan karena kapiler yang dikompres. 

Ini mirip dengan menekan jari Anda pada lengan Anda selama beberapa detik dan mengamati sidik jari anda menjadi putih selama sekitar tiga detik. 

Konsep ini membantu koroner menentukan posisi kematian. Kehadiran atau ketidakhadiran koroner juga dapat membantu untuk menentukan perkiraan waktu kematian. Hal ini biasanya dimulai 1-2 jam setelah kematian dan menjadi permanen atau 'tetap' dalam 6-12 jam. 


6. Algor Mortis 


Adalah turunnya temperatur tubuh seiring dengan kematian. Terjadi bila suhu diluar lebih dingin dari suhu tubuh. Orang yang meninggal di lantai kamar mandi lebih cepat turun suhu tubuhnya daripada orang yang meninggal di luar kamar mandi.

Anak kecil lebih cepat turun suhu tubuhnya daripada orang gemuk. Namun normalnya butuh 24 jam sampai tubuh benar-benar menjadi dingin atau suhu tubuhnya sama dengan lingkungan sekitar.


7. Tache Noire 


Tache Noire, secara harfiah berarti 'titik hitam', adalah garis cokelat gelap kemerahan yang akan membentuk horizontal di bola mata. Selama hidup, bola mata tetap lembab karena berkedip, tapi kadang-kadang mereka tidak lagi dilindungi setelah kematian. 

Oleh karena itu, Tache Noire akan terjadi pada individu yang kelopak mata tidak tertutup setelah kematian. Demikian pula, membran mukosa lain seperti lidah yang akan gelap setelah terpapar udara yang terlalu lama. 

Jika individu tenggelam, atau tubuh itu ditemukan dalam air, NoireTache tidak akan ditemukan sebabnya adalah karena bola mata harus terkena udara kering.


8. Purge Fluid 


Adalah cairan berwarna merah kecoklatan yang keluar dari mulut dan lubang anus, sering disalahartikan sebagai cedera otak atau darah biasa. Ini muncul sebagai akibat dari gas yang terbentuk di seluruh tubuh. 

Ketika terjadi pembentukan gas dalam perut dan usus, perut dapat menjadi tegang dan buncit. Selanjutnya, peningkatan tekanan abdomen menyebabkan pembersihan cairan kotor, darah kebiruan dari vagina, mulut dan hidung. 

Sebuah cairan bercampur kotoran yang sama juga akan muncul dari rektum (anus). Purge Fluid dapat berguna dalam menentukan waktu kematian. Jika seseorang meninggal dalam iklim panas, seperti Texas atau Meksiko, cairan ini dapat dilihat dalam waktu kurang dari 24 jam.


9. Degloving 


Setelah kematian kulit akan mengelupas, terutama kulit pada jari-jari dan kuku, gejala ini membuat kulit mengelupas seperti sarung tangan atau kaos kaki. Hal ini terjadi sebagai akibat dari pembengkakan gas pada batang leher dan anggota badan, yang menjadi bengkak sehingga seseorang dapat mengira mayat itu obesitas. 

Ketika gas busuk berada di bawah sejumlah besar tekanan, mereka melepaskan diri dari tubuh dan seluruh massa yang membusuk hancur bersama jaringan lunak. 

Degloving adalah istilah yang tepat karena anda dapat menarik kulit tangan mayat seperti anda melepas sarung tangan. Uniknya walau kulit luar dapat mengelupas, sidik jari si mayat masih tetap ada.


10. Maceration 


Maserasi berarti 'lunak dalam rendaman' dalam bahasa Latin. Hal ini mengacu kepada bayi yang mati dalam rahim, antara bulan keenam dan bulan kesembilan kehamilan. 

Dekomposisi mereka sedikit berbeda karena terendam lama di dalam cairan ketuban. Mereka menyerupai mayat direndam dalam air. Kulit bayi akan terlihat seperti mendidih atau 'terbakar' karena kulit mereka terlepas dari tubuh. 

Jika bayi tersebut tetap berada di rahim selama beberapa hari, tengkorak mulai hancur dan otak mulai mencair. Jika bayi dikeluarkan dari rahim dalam waktu 24 jam setelah mereka mati, dan udara masuk ke dalam tubuh sang ibu maka bukan maserasi yang terjadi namun pembusukan.

Sumber :
anekainfounik.com
listverse.com

Temple Grandin, Jatuh Bangun Karena Autis, Lalu Jadi Profesor

Penderita autis rata-rata memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi namun karena tak mampu bersosialisasi, seringkali kepintarannya tak terlihat. Temple Grandin adalah kisah penderita autis yang bisa melewati masa sulit hingga mampu jadi profesor.


Temple Grandin tahu benar bahwa dirinya berbeda, tapi ia tidak pernah merasa kurang dari orang lain. Belum genap usia 3 tahun, Temple didiagnosis dengan austisme, masalah perkembangan saraf kompleks yang membuatnya tidak mampu berhubungan sosial.

Meski jatuh bangun menghadapi kondisinya, kini Temple justru berhasil menjadi seorang profesor di bidang ilmu hewan.

Temple Grandin lahir di Boston, AS, pada 3 Desember 1947 dari pasangan Richard Grandin dan Eustacia Cutler. Tapi pada tahun 1950, sulung dari empat bersaudara ini mengalami gejala awal autisme, ia benci disentuh, mudah marah dan sangat pendiam.

Pada saat itu, anak-anak autis seringkali salah mendapatkan diagnosis, sehingga banyak yang mengalami masalah pada perkembangan fisik (difabel atau cacat), kerusakan otak atau bahkan tidak akan pernah bisa hidup sendiri.

Seiring berjalannya waktu, gejala autis Temple pun semakin parah. Dokter berpendapat ia mengalami kerusakan otak dan harus menerima perawatan jangka panjang. Ayahnya bahkan ingin Temple dirawat dalam institusi dengan menjalani perawatan gangguan perkembangan seumur hidup.

"Ayah saya adalah salah satu orang yang ingin menempatkan saya di sebuah institusi (semacam lembaga perawatan seumur hidup untuk anak autis)," jelas Temple Grandin, yang kini lebih dikenal sebagai profesor ilmu hewan di Colorado State University, seperti dilansir Dailymail.

Tapi ibunya Eustacia, justu mengirim putrinya ke terapi wicara dan menyewa pengasuh untuk menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk bermain game dengannya.

"Ketika saya masih sangat muda, saya tidak berbicara, tidak memperhatikan atau melakukan kontak mata sama sekali. Saya hanya akan bersenandung sendiri dan menggiring bola pasir di tangan," kenang wanita 64 tahun ini.

Menurut Temple, memberikan banyak waktu untuk bersama lebih dini sangat penting untuk anak autis. Hal itu dapat menghentikan sang anak mundur pada sudut isolasi dan membuat perubahan di otaknya.

Sang ibu yang tangguh merasa yakin bahwa dengan interaksi yang cukup, Temple dapat dilatih untuk belajar berperilaku 'normal'. Tak hanya belajar berbicara, Temple pun diajari sopan santun.

Pada usia 5 tahun, sang ibu mengajarkan dengan sedikit memaksanya untuk dapat menempatkan serbet di pangkuan, lalu menata sendok dan garpu dengan benar.

Menurut Temple, anak-anak autis zaman sekarang terlalu banyak dimanja sehingga menyebabkan sensory overload, yang dapat membawa serangan panik berlebihan. "Jika Anda tidak menekan sedikit, maka tidak akan ada kemajuan apapun," jelasnya.

Keluarga Grandin memiliki dana yang cukup untuk mengirim Temple ke sekolah swasta yang memberinya perhatian lebih ketimbang sekolah negeri. Namun meski sekolah tetap tidak menyenangkan baginya, ada satu kelas yang benar-benar membuatnya merasa senang, yaitu kelas berkuda dan laboratorium ilmu pengetahuan.

Saat harus berusaha mengatasi ketidakmampuan fisiknya, Temple justru mendapatkan keuntungan sendiri. Di suatu musim panas, Temple remaja yang tinggal di peternakan bibinya di Arizona menemukan empati manusianya yang hilang, diimbangi dengan pemahaman yang luar biasa terhadap hewan di peternakan bibinya.

Peternakan menjadi titik balik bagi Temple. Bukan saja ia bisa merawat kuda bibinya, tapi ia juga mulai merasakan ikatan khusus dengan ternak, yang membuatnya merasa lebih damai ketimbang harus berinteraksi dengan orang lain.

Jika 'Dr Doolittle' dapat berbicara dengan hewan, maka Temple dapat berpikir seperti apa yang hewan pikirkan.


Ia menemukan bahwa sapi sama seperti dirinya, resah dengan suara dan gerakan yang tak terduga. Namun dengan tekanan yang sesuai, sapi dapat tenang saat dilakukan pemerahan susu atau vaksinasi.

Terpesona dengan kondisi itu, Temple membujuk bibinya agar diperbolehkan mencoba memerah sapi. Hasilnya sangat dramatis, hal itu dapat menenangkan saraf Temple.

Dengan berpikiran ilmiah, Temple pun menciptakan 'mesin tekan' (squeeze machine) darurat sendiri. Dia akan menarik kabel yang diberikan tekanan dari panel pada kedua sisinya, yang dapat menenangkan sistem sarafnya yang terlalu aktif.

Masa SMA menjadi makin sulit baginya, tetapi ia terus bertahan dan berhasil mendapatkan gelar sarjana psikologi dari Franklin Pierce University di New Hampshire.

"Tinggal di sebuah kamar bersama di asrama adalah bagian tersulit. Squeeze machine dibuang oleh teman sekamar karena dianggap berantakan," kenang Temple.

Di sekolah pascasarjana di Arizona State University, Temple akhirnya menemukan suaranya, meneliti perilaku hewan dan bekerja di industri ternak sebagai bagian dari penelitian pascasarjananya.

Dia mulai merasakan bahwa ternak dan hewan lainnya sama seperti dirinya, mengandalkan petunjuk visual untuk menavigasi dunia mereka. "Hewan adalah pemikir sensorik. Mereka berpikir dalam gambar, juga dalam bau dan suara," jelas Temple.

Dengan perspektif yang unik, Temple pun mulai menulis artikel untuk majalah ternak yang terkenal.

Namun industri ternak dari Midwest pada 1970-an, bagaimanapun, bukan tempat yang mudah bagi seorang wanita muda. Dia menghadapi seksisme ekstrim dan bullying, bahkan pada suatu kesempatan, ia mendapatkan mobilnya tertutup testis banteng yang berdarah.

"Banyak koboi yang ingin saya pergi karena mereka mengatakan istrinya tidak suka saya berada disana. Tapi karena saya autis, saya tidak menangkap hal-hal sosial. Saya tidak melihat ketidaksukaan mereka terhadap saya, saya hanya ingin bekerja. Jadi selama saya bisa melakukannya dan saya senang," ujar Temple.


Temple mulai merancang apa yang sudah ia lihat dalam benaknya, yaitu cara yang lebih baik menyalurkan ternak melalui tong disinfektan dan vaksinasi tanpa membuat ternak menjadi khawatir atau takut.

Selanjutnya, dia mengalihkan perhatiannya ke rumah pemotongan hewan, merancang sistem penyembelihan ternak yang lebih manusiawi. Luar biasanya, kini lebih dari setengah juta ternak di AS dan Kanada ditangani dengan fasilitas yang dirancang oleh Temple.

Ia juga bekerja sebagai konsultan bagi McDonald, perancangan dan pelaksanaan program-program kesejahteraan hewan.

Anak autis ini mampu mengubah industri peternakan Amerika, menjadi juru bicara autisme dan mengajar mahasiswa PhD di Colorado State University. Dr Temple Grandin juga menulis sepuluh buku, tentang hewan dan perilaku manusia.

Kisah hidup Temple yang inspiratif bahkan pernah difilmkan oleh HBO dengan judul namanya sendiri 'Temple Grandin'.

Sumber :
health.detik.com